Senin, 20 September 2021

Belajar dari Elia --> Tuhan sediakan

Shallom keluarga Kerajaan dimanapun berada, biarlah Tuhan memenuhi kita dengan Kasih dan Kuasa-Nya senantiasa!

Saya hanya mau berbagi tentang apa yang kemarin malam saya kotbahkan di persekutuan doa Jaringan Tenaga Kesehatan di Sukoharjo..

Tapi sebelum itu saya mau menceritakan hal lucu dan unik menurut saya, ketika saya dihubungi untuk kotbah di persekutuan ini lewat Sabdo ketua Hupernako FC (Sport Ministry KFN), karena harusnya puskesmas polokarto tempat kakak keponakan dari sabdo yang bertugas, karena tidak ada yang kotbah maka mencari yang bisa membantu kotbah (belakangan baru tahu ternyata ada beberapa yang ditembusi dan tidak bisa), saya langsung bilang bisa..

Saya awalnya dihubungi oleh bu wati (ini kakak keponakan sabdo) untuk teknis tugas, beberapa saat kemudian saya di telepon oleh bu nanik (koordinator persekutuan), betapa kaget saya ketika beliau telepon dan bercerita tentang panggilan untuk menggerakan persekutuan ini secara online, mendoakan orang dll.. sebelum beliau bercerita tentang itu semua, beliau berkata asal saya dari mana, kemudian apakah mengenal anaknya tentunya saya kaget, ternyata beliau adalah ibu dari 2 orang teman yang kita layani sewaktu masih SMA, dan kaget juga saya pernah melayani ibadah remaja beliau tahun 2010 an dan lucunya rumah kami tidak terlalu jauh.. hahaha.. sesuatu yang sangat menguatkan saya adalah apa yang kita tabur, yang kita lakukan untuk Tuhan dan generasi tidak pernah sia-sia! Haha saya sungguh kagum dengan karya Tuhan!

Okay, sekarang saya share tentang kotbah saya malam kemarin, dimulai dimana saya diminta kotbah tentang Elia dirumah janda sarfat,

1 Raja-raja 17:8-9 (TB)  Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 

Konteks cerita ini secara besar adalah Elia taat kepada Tuhan untuk memperingatkan israel yang telah berbuat dosa dengan menyembah baal yang dipimpin oleh raja ahab dengan adanya kemarau selama 3 tahun 6 bulan di israel (1 raja-raja 17:1), minimal ada 3 hal yang kita bisa belajar,

1. Perlindungan pemeliharaan Allah ada atas kita yang mau terus hidup dalam panggilan dan kehendakNya, seberat apapun itu.. bahkan sebelum kisah elia dirumah janda sarfat ini, ada kisah elia di sungai kerit, dan tetap dipelihara Tuhan dengan burung gagak yang datang 

1 Raja-raja 17:4, 6 (TB)  Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Misalnya, ketika kita ditempatkan dimanapun asalkan itu selaras dengan kehendak Tuhan, taat saja jangan pernah lupakan Tuhan, jangan bersungut-sungut, jangan takut mengambil keputusan.. Tuhan akan jagai, pelihara dan sertai kita.. Bu Lely seorang pendoa dari Indonesia yang diutus Tuhan ke israel dan timur tengah pernah berkata kepada kami, "Di timur tengah, kita tidak pernah tahu kapan dan dimana bom akan meledak, jadi tidak ada tempat yang benar-benar aman, tempat yang paling aman adalah diam dalam kehendak Bapa", ini dikuatkan dengan Firman Tuhan didalam

Mazmur 91:14-16 (TB)  "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku." 

Percayalah Tuhan tidak akan membiarkan kita begitu saja ketika kita memilih untuk taat, selaras dengan isi hati-Nya, maka secara legalitas ada backup ilahi yang Tuhan berikan pada kita!


2. Tuhan memakai apapun dan siapapun, bahkan orang-orang yang kadang tidak kita sangka-sangka, jandi sarfat ini secara manusia tidak bisa menolong, karena bukan orang yang kaya, malah sangat terbatas karena diceritakan bahwa tepung dan minyak yang ada tinggal satu-satunya yang terakhir! 1 raja-raja 17:12, pelajaran yang kita dapat ambil adalah kenapa kita harus terus berbuat baik pada semua orang.. dalam hal ini elia berkata-kata dengan baik, walaupun Elia adalah nabi yang luar biasa tapi dia tetap meminta dengan baik, NET menggunakan kata "please give me", 

1 Kings 17:10-11 (NET)  So he got up and went to Zarephath. When he went through the city gate, there was a widow gathering wood. He called out to her, “Please give me a cup of water, so I can take a drink.” As she went to get it, he called out to her, “Please bring me a piece of bread.”

Jadi meskipun Elia adalah seorang nabi yang luar biasa dia tidak serta merta langsung meminta dengan kasar, menyuruh, bahkan membentak, tapi meminta tolong dengan benar.. 

Dikuatkan dalam

Galatia 6:9-10 (TB)  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

3. Kita harus menjadi jawaban bagi orang lain, tidak hanya mau ditolong, mau mendapat jawaban lewat orang lain.. di akhir cerita, elia memberkati sehingga tepung dan minya janda ini tidak habis-habis, bahkan elia berdoa pada Tuhan sehingga anak janda ini hidup lagi! (1 Raja-raja 17:14-16 ; 21-23) , seorang hamba Tuhan yang melayani di Africa mama Heidi Baker pernah berkata "Kasih harus memiliki wajah", yang memiliki arti kita harus bisa dikenali sebagai pembawa kasih, sebagai perpanjangan tangan Tuhan, sebagai jawaban bagi orang lain! Ini dikuatkan dalam Firman Tuhan, 

2 Korintus 8:13-14 (TB)  Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

Biarlah Tuhan memakai kita untuk menjangkau dan menolong orang disekitar kita, supaya tidak ada lagi yang kekurangan..

Saya tutup dengan quote yang beberapa kali di share oleh hamba Tuhan

"Kenapa ada kekurangan, karena ada yang kelebihan tetapi tidak mau membagikan"

Mari terus berjalan dalam panggilan Tuhan, dengan terus memperhatikan dan menolong sesama sehingga kita bisa sampai Tujuan ilahi itu bersama-sama!

Gbu all! (PR)

Selasa, 14 September 2021

Bertobat, mati seperti benih!

 Shallom semua keluarga Kerajaan Allah dimanapun berada, biarlah pikiran dan hati Tuhan selalu ada dalam hidup kita, sehingga kita terus selaras dengan kehendak Tuhan!

Pagi ini hati saya penuh dengan syukur dan sukacita, karena tiba-tiba Tuhan ingatkan saya dengan ayat didalam

Yohanes 12:24-26, 32 (TB)  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."

Konteks dalam cerita ini ialah Tuhan Yesus sedang memberitahukan pada para murid tentang bagaimana Ia harus mati dan menebus dosa dunia karena Dia hanya melakukan kehendak Bapa-Nya!
Tetapi ada hal yang penting yang Tuhan Yesus berikan pada para murid..
Yakni tentang kematian sebuah biji gandum, supaya ada kehidupan dan banyak buah yang akan dihasilkan!
Saya merasa sangat bersyukur dan bersukacita karena Tuhan tegur dan ingatkan kembali tentang hal ini. Tentu kita harus ingat juga teguran harusnya juga merupakan sebuah sukacita untuk kita, lihat sebentar di dalam,
Ayub 5:17-18 (TB)  Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.
Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

Itu kenapa saya bersukacita dan bersyukur karena Tuhan mengingatkan saya untuk bertobat karena ini..
Seringkali karena bertambahnya usia dan beberapa keadaan yang berubah (dari single, menikah, dan punya anak), membuat saya kadang ingin memiliki hidup yang serba kecukupan, memiliki semua dll..
Membuat saya yang harusnya mengerti bahwa Kristuslah sumber kepenuhan sejati itu lupa..
Ada banyak kepentingan dan keinginan yang kadang membuat kita (saya) lupa bahwa prinsip "wanting Nothing" itulah yang membuat kita bisa terus mengiring Kristus dalam keselarasan..
Dan disetiap musim yang baru selalu dibutuhkan benih yang baru lagi supaya ada kehidupan, entah itu panggilan untuk keluarga, sekolah, kampus, kota, bangsa maupun bangsa2, harus ada benih yang mau mati sehinggal ada kehidupan disana!
Benih ini bisa berbicara banyak hal, mematikan kedagingan, karakter, dan ego kita sehingga hanya kehidupan Kristus yang kita hidupi,

Galatia 2:20 (TB)  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Begitu kita memberikan hidup kita untuk Tuhan dan seturut mau-Nya meletakkan kita dimana, kapan, bagaimana kalau kita manut (taat) maka saya percaya akan ada kehidupan yang dihasilkan ditempat itu!
Karena tidak ada lagi motivasi lain selain menyenangkan Tuhan! Kadang itu berat, terlihat seperti kebodohan dimata manusia, seperti kerugian, tapi percayalah saat itu kita sedang ditanam Tuhan! Supaya ada buah dan kehidupan keluar!

Selanjutnya Tuhan sedang berkata tentang jangan cintai nyawa kita, jangan egois dengan memikirkan kepentingan kita tetapi berikan tubuh jiwa roh kita untuk Tuhan gunakan sebagai alat-Nya! (Yohanes 12:25) Jangan mencintai nyawa kita di dunia, berikan hidup kita maka kita akan memperoleh hidup kekal!
Seberapa sering kita sudah memberikan hidup kita tetapi masih terkadang memintanya kembali di waktu2 tertentu, kita tidak lagi mau dipimpin oleh Tuhan, biasanya ketika kita menghadapi situasi yang tertekan, beresiko dll
Saya terlalu percaya akan ada kehidupan di tempat2 yang kering sulit ketika ada benih yang mau mati disana!
Selanjutnya Tuhan ingatkan sebagai pengikut Kristus harus ada ditempat dimana Dia ada, ini berkata bahwa kita harus mencontoh Kristus, yang mengambil resiko, mengambil langkah yang tidak nyaman karena Dia harus meninggalkan Surga untuk menyelamatkan manusia, Dia yang adalah Allah harus mengalami lapar, haus, bahkan tidur ketika capek! Dia mau keluar dari zona nyaman, mau mati supaya manusia memperoleh kehidupan! Percayalah kadang keputusan kita mengikut Kristus dan mati dengan-Nya itu seperti kebodohan, kerugian, kampungan dimata manusia, itu kadang keputusan yang tidak populer tapi percayalah Tuhan menghormati kita (yohanes 12:26), saya diingatkan kisah stefanus yang mati,

Kisah Para Rasul 7:55-60 (TB)  Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.
Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Bagaimana stefanus mati memberikan hidupnya untuk Tuhan, dan dia sama sekali tidak mengutuki tapi malah berkata supaya Tuhan ampuni mereka (seperti doa Yesus diatas kayu salib), maka dia melihat surga terbuka dan melihat Yesus berdiri disebelah kanan Bapa. Menarik kata berdiri ini beberapa dosen teologi saya berkata bahwa ini seperti sebuah tindakan menghargai atau memuliakan stefanus! Luar biasa!
Jadi ketika kita mau mengikut Tuhan, mati untuk keinginan sendiri, tidak memikirkan nyawa kita maka Tuhan akan menghormati kita!
Dan yang luar biasa Tuhan katakan di ayat 32, bagaimana ketika kita hanya memuliakan Tuhan, hanya punya motivasi meninggikan Dia maka orang2 akan akan datang dan mengalami Kristus lewat hidup kita!

Mari bertobat bersama, memberikan hidup kita sebagai benih lagi di musim yang baru ini, jangan ambil kembali hidup yang sudah dipersembahkan untuk Tuhan, maka akan ada kehidupan dan kebangkitan (revival) itu!
Saya berdoa supaya kita terus dipenuhi oleh Tuhan untuk menggenapi panggilan Tuhan itu! Dengan kasih yang dalam salam dari saya, Gbu all!
(PR)

Senin, 13 September 2021

Pertobatan akan membawa pada pengampunan dan tuntunan Tuhan!

 Shallom Keluarga Kerajaan Allah dimanapun berada, saya berdoa supaya perkenanan Tuhan Yesus selalu ada bersama kita! Amen!

Pagi ini saya diingatkan Tuhan di dalam mazmur 32, tapi saya akan sharing ayat nats yang Tuhan berikan,

Mazmur 32:2-3, 5, 8 (TB)  Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Pasal 32 ini adalah mazmur daud, dia sedang memberikan pengajaran tentang bagaimana orang yang berdosa dan bersalah akan dipulihkan dan bersukacita apabila dia mau mengakui dosanya..
Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus dimanapun berada hari ini, mari ambil waktu untuk bertobat dan mencari Dia hari2 ini terutama menjelang kamis nanti adalah yom kippur, atau bangsa israel sering katakan tentang pendamaian..
Salah satu yang penting kenapa harus bertobat meskipun kita rasa sudah lama mengikut Tuhan dan melayani-Nya adalah, hari-hari ini ada banyak hal yang Tuhan sedang bukakan itu kenapa musuhpun tidak akan tinggal diam, dia mencari celah untuk menyerang kita dan membuat rencana Tuhan tidak terjadi! Kita perlu menutup celah dan berlindung pada Tuhan!
1. Kita tidak boleh mengeraskan hati, dan memiliki jiwa munafik/penipu..

Psalms 32:2-3 (NET)  How blessed is the one whose wrongdoing the Lord does not punish, in whose spirit there is no deceit.
When I refused to confess my sin, my whole body wasted away, while I groaned in pain all day long.

Apa itu, orang yang sombong dan keras hati adalah orang yang tidak pernah merasa bersalah, tidak merasa punya kelemahan, tetapi selalu merasa benar, selalu merasa kuat.. ini membuat kita tidak bisa merasakan atau memiliki kekuatan ilahi yang Tuhan mau berikan untuk orang2 yang mau terbuka dihadapan-Nya saja..
padahal dimusim yang baru kekuatan ilahi ini penting!
Orang yang munafik adalah orang yang menyembunyikan kebenarannya.. kelihatan baik diluar tapi remuk di dalam, ingat Yesus pernah berkata tentang kuburan, makam, yang luarnya bagus tapi dalamnya busuk.
Tuhan sedang memperbaiki hidup kita supaya lebih lagi bisa berjalan menggenapi mimpi-Nya!
Keterbukaan itu tanda kerendahan hati kita, keterbukaan membawa pada pemulihan dan kekuatan dari Tuhan! Dosa membuat kita sakit, lemah dan bocor berkat serta pengurapan yang Tuhan beri untuk kita!

2. Pertobatan membawa pada tuntunan Tuhan!
Pada ayat ke 8, Tuhan berkata Dia akan memberikan tuntuntunan dan memberi nasehat pada kita.. tetapi kenapa diakhir2 ayat ini baru Tuhan berkata memberikan nasehat dan tuntunan? Karena dosa membuat kita tidak bisa melihat, mendengar dan percaya nasihat dan tuntunan Tuhan itu!

Yesaya 59:1-2 (TB)  Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Kisah Para Rasul 9:17-19 (TB)  Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.
2 Korintus 3:14-16 (TB)  Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Padahal tuntunan ilahi itu kita butuhkan di musim baru seperti saat2 ini, karena kita memasuki musim dan jalan yang belum pernah kita lalui, maka sangat urgent untuk mencari Tuhan dan mendengar tuntunan itu, supaya kita tidak tersesat dan salah jalan!

Dan terakhir Tuhan memberikan ayat di
Daniel 12:4, 9-10 (TB)  Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."
Tetapi ia menjawab: "Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.
Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Saya yakin Tuhan akan memberitahukan rahasia2 itu pada kita yang mau terus bertobat dan mencari Dia dengan sungguh2!
Rekonsiliasi demi rekonsiliasi, dengan Tuhan dan sesama, akan membuat kita selaras dengan isi hatiNya..
Mari mengambil waktu bertobat dan mencari Dia hari2 ini! Gbu all! (PR)

Senin, 06 September 2021

Tangan Bapa Sang Penjunan!

 


Shallom semua saudara-saudari yang saya kasihi dalam Tuhan dimanapun berada, biar Anugrah dan Rahmat Tuhan senantiasa ada dalam hidup kita, sehingga memampukan kitan untuk terus kuat mengalami proses kehidupan sampai kita serupa dengan Dia! Amen!
Semenjak kemarin pagi sebenarnya saya ingin menuliskan sesuatu yang Tuhan taruh di hati saya, tetapi saya pikir ini hanya perasaan saya sendiri, sampai kemarin malam saya mendapatkan suatu peneguhan dari WA story salah seorang saudari, sehingga pagi ini saya akan menuliskannya..

Sejak kemarin pagi, saya hanya mendapatkan impresi, bahwa Tuhan sedang membentuk sesuatu, memperindah dan menajamkannya.. saya pikir awalnya ini tentang senjata.. tetapi siang hari Tuhan seperti menguatkan bahwa itu bukan senjata, melainkan seperti bejana!
Kemudian pagi ini Tuhan memberikan ayat, mula-mula ini,

Yeremia 18:1-6 (TB)  Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:
"Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu."
Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Sebelum ini saya sudah menulis tentang aman di tangan Bapa, ternyata saya baru sadar di tangan Bapa ini juga ada proses dan bentukan! Tentu dalam konteks Yeremia 18 ini adalah israel.. tetapi seperti Firman ini berbunyi banyak untuk kita, bahwa ketika kita ada di tangan Bapa, Dia akan mulai membentuk kita! Tidak peduli seberapa rusak dan hancurnya hidup kita, Penjunan Agung itu akan terus memproses kita sampai menjadi indah dan seturut dengan kehendak-Nya!

Kemudian Tuhan membawa saya pada ayat ini,
Yesaya 64:8 (TB)  Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

Yesaya juga mengerti benar bahwa Bapa itu bukan hanya berbicara tentang kasih dan perlindungan, tetapi adalah Penjunan yang membuat dan membentuk kita!
Bagi saya pribadi ini sesuatu yang menguatkan sekaligus menegur, kenapa karena sering saya pikir ini ditangan Bapa ini adalah tempat yang aman dan nyaman (tentu saja ini juga benar, tetapi hanya separuhnya saja, dan ingat kebenaran yang separuh bukanlah kebenaran!), tetapi saya lupa bahwa tangan Bapa ini adalah tempat terbaik untuk memproses saya sehingga apa yang tidak baik itu rontok, gugur, hilang, bukan waktu yang instan tentunya, butuh kesabaran dan keteguhan hati untuk terus menjalani proses bentukan ini, sehingga yang terbaik itu keluar dalam diri kita, bukan saja di mata manusia tetapi lebih daripada itu indah dan terbaik di mata Tuhan..

Kemudia Tuhan mengingatkan, di ayat yang sudah populer buat kita di mazmur 139,

Mazmur 139:13-14 (TB)  Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Saya kaget ketika saya baca dalam versi lain berbunyi,

Psalms 139:13-14 (NET)  Certainly you made my mind and heart; you wove me together in my mother’s womb.
I will give you thanks because your deeds are awesome and amazing. You knew me thoroughly;

Ternyata Tuhan membentuk dan menenun pikiran dan hati kita sejak dalam kandungan! Proses itu ada..

Bagian penguatannya adalah, kita ada di Tangan yang Tepat, karena Dia adalah sang Pembentuk yang tidak pernah gagal dan menyerah..
Sebenarnya sewaktu saya sakit Tuhan sudah berbicara tentang ini, pada waktu Tuhan berkata seringkali kita hanya fokus pada Tujuan, sehingga lupa menikmati proses dalam perjalanan yang ada, padahal itu seringkali adalah penting, yang membentuk kita sehingga kita siap nanti kalau kita sudah tiba di destiny yang Tuhan beri dalam hidup kita..
Tetapi Puji Tuhan, hari ini dan kemarin Tuhan ingatkan dan teguhkan lagi tentang hidup dalam tangan Bapa adalah sebuah proses pembentukan membuat saya dan saudara serupa dengannya..
Jangan keraskan hati dan pikiran kita ketika proses itu tiba, bisa lewat hal-hal dan orang-orang disekitar kita, karena berarti Bapa sayang pada kita ingin kita menjadi indah serta serupa dengan-Nya, dan pasti ada berkat dibaliknya..

So, mari terutama memasuki Rosh Hosanah 5782 hari ini, ini adalah wakti yang tepat untuk Sabbat, beristirahat dan menginstropeksi hidup kita, Biar Sang Penjunan Agung itu terus membentuk kita sampai kita Indah di mata-Nya!

Saya Tutup dengan ayat ini
Mazmur 33:11, 13-15 (TB)  tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.
TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.
Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.

Tuhan memandang kita, memberikan perhatian penuh pada kita, Dia membentuk hati kita dan memperhatikan apa yang kita kerjakan, jadi jangan takut tetapi jangan memandang remeh hidup dan pekerjaan yang dipercayakan pada kita!

Kasih Karunia Tuhan kiranya ada atas kita sekalian! Amen! Terpujilah Tuhan!
Gbu all! (PR)

Rabu, 01 September 2021

Bangsa-bangsa (kita) aman di tangan Bapa!

Shallom semua keluarga kerajaan Allah dimanapun berada biar kasih karunia dan anigerah Tuhan Yesus ada pada kita sekalian!

Pagi ini adalah pagi yang berbeda untuk saya pribadi paling tidak selama 3 minggu terakhir.. karena pagi ini saya bisa turun dari tempat tidur sendiri! Hahaha
Lalu apa spesialnya turun dari tempat tidur sendiri?!
Bagi saya yang 3 minggu lalu operasi ACL (ligamen) kaki kanan, untuk sekedar naik dan turun dari tempat tidur adalah hal yang sulit, harus dibantu orang lain..
Masih perlu banyak latihan untuk kembali sempurna beraktifitas, tapi saya belajar untuk bersyukur atas kemajuan2 kecil yg Tuhan anugerahkan.. dari bisa jalan ke toilet sendiri (walaupun masih pakai tongkat), mandi sendiri (setelah 2 minggu tidak mandi rasanya seneng banget hahaha), tidur miring (selama 2 minggu lebih tidur hanya terlentang), sampai pagi ini bisa turun sendiri dari tempat tidur tidak perlu memanggil dan merepotkan orang lain.. hahha jadi tahu ya betapa senang dan bersyukurnya..

Tapi saya mau bagikan apa yang pagi ini Tuhan taruh didalam hati saya.. tiba2 Tuhan membawa pada,

Yohanes 10:11-13, 27-30 (TB)  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
Aku dan Bapa adalah satu."

Dimulai yohanes 10 ayat 11, Gembala yang baik memberikan nyawanya untuk domba-dombanya..
Tuhan sedang mengajari kita bahwa Dia mati 2021 tahun yang lalu untuk dunia ini (lihat yohanes 3:16), artinya Dia mau orang dari suku dan bangsa-bangsa semua diselamatkan ( lihat 1 timotius 2:3-4)
Apapun Dia berikan, bahkan Dia rela memberikan nyawanya! Supaya semua orang dari suku bangsa kembali pada relasi semula pada Bapa.. menjadi Anak Bapa dan satu keluarga Kerajaan Allah!

Setelah itu Tuhan memberikan Rhema dan penekanan pada yohanes 10 ayat yang ke 29,
- Bapa memberikan
- Bapa lebih besar dari siapapun
- Tidak ada yang dapat merebut dari Tangan Bapa

Jadi Tuhanlah yang menciptakan bangsa di dunia, saya percaya ada yang namanya kedaulatan Allah! Dia yang memberikan dan menetapkan bangsa2 (lihat kisah para rasul 17:26).. dalam konteks ini bangsa2 ini diberikan pada Yesus, untuk diselamatkan!

Selanjutnya, Bapa lebih besar dari siapapun, seberapapun berat yang kita sedang hadapi, ataupun sebuah bangsa hadapi, renungkan baik2, Dia lebih besar dari siapapun! Bapa kita! Ingat cerita tabut Allah dan dagon di
1 samuel 5:1-4, ketika tabut Allah yang melambangkan Allah itu sendiri head to head dengan dagon, walaupun tabut Allah seperti sedang pertandingan away bukan home karena tidak di dalam bait Allah (meminjam istilah olahraga), tetap Allah lebih perkasa dari dewa itu! Atau ingat kisah elia versus 450 nabi baal, elia yang superminoritas (1:450) bersama dengan Allah yang benar mempermalukan dan memporakporandakan mayoritas! Dia Bapa, Dia Allah yang sama kuasanya dimanapun dan berapapun yang mau berdiri dengan-Nya! Tuhan tetaplah Tuhan! Dia lebih besar dari Apapun!

Selanjutnya, tidak ada yang bisa merebut seorangpun dari tangan Bapa, nah seringkali kita sebagai manusia atau sebuah bangsa, melihat banyak hal tidak baik yang membuat kita lupa atau tidak bisa lagi percaya akan janji dan destiny Tuhan atas diri kita, keluarga kita, tempat kerja atau kampus kita, bahkan kota atau bangsa kita..
Kita bisa saja menyerah, tidak lagi berpengharapan, dan putus asa mau melepaskan semua..
Karena semua seperti tidak mungkin, mustahil, karena sudah kecewa menderita bertubi2 tanpa henti dan sudah begitu lama mengalaminya..
Ingat baik2 Firman Tuhan hari ini mau menguatkan kita bahwa tidak ada yang bisa merebut kita, keluarga kita bahkan suku dan bangsa kita dari tangan Bapa! Musuhpun tidak sanggup apabila kita percaya dan tentu apabila semua tidak seijin Tuhan!
Lihat,
Roma 8:35, 37-39 (TB)  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Apabila kita akan menyerah, ingat baik2 Bapa tidak pernah menyerah mengasihi kita, Dia akan menjaga kita! Menarik di kisah Elia tadi dia memakai kalimat "allahmu mungkin tertidur" untuk mengejek pengikut baal, karena Elia tahu bahwa Allah Israel tidak tertidur! (Lihat mazmur 121:2-4) Allah Bapa kita Terus menyertai kita sampai semua rencana dan kehendak-Nya terjadi atas diri kita, keluarga kita, kota dan bangsa kita! (Lihat matius 28:18-20) Dia yang memulai semua cerita hidup kita, cerita semua bangsa, Dia yang akan menyertai sampai akhirnya! (Lihat Filipi 1:6)
Yang perlu kita lakukan hanya dengar Suara-Nya, terus percaya saja, taat mengikuti Dia dan terus setia!
Tuhan sayang segala bangsa!

Gbu all! Yesus Tuhan! (PR)

Jumat, 04 Juni 2021

Hamba vs Anak

Shallom kingdom family dimanapun berada, hari ini saya akan membagikan sesuatu yang Tuhan taruh di dalam hati saya, tentang bagaimana kita harus mengerjakan sesuatu dengan kekuatan Tuhan, bukan supaya dicintai atau supaya diselamatkan, tetapi justru karena kita adalah anak, kita diterima dan dicintai, dipindahkan dari maut kepada hidup kekal, itu kenapa kita mengerjakan segala sesuatu dengan memberikan selalu yang terbaik..

Kita mulai dengan Firman ini,

Galatia 4:1-8 (TB)  Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. 
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.

Jadi jelas, kita adalah Anak karena kita telah ditebus dan harganya telah lunas dibayar! bukan lagi hamba!
Jadi pola pikir kita mengerjakan segala sesuatu jangan karena disuruh pemimpin, disuru bapa rohani, disuruh lembaga pelayanan!
Kita bukan hamba! Disini kita melihat beberapa karakter hamba atau budak :

1. Mental seorang budak dan hamba adalah segala sesuatu harus diperintah.
2. melakukan segala sesuatu dengan bersungut2, tanpa adanya sukacita, tanpa rasa syukur dan tanpa kasih!
3. Tidak memberikan total, habis habisan, tidak 100%
4. Membantah, atau masih ingin melakukan kehendak sendiri
5. Melakukan segala sesuatu untuk mendapat upah, penerimaan, berkat dll

Ketika kita tahu kita adalah Anak maka seharusnya kita melakukan segala sesuatu karena kasih Kristus itu sumbernya..

2 Korintus 5:13-14 (TB)  Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

Dan lagi,

1 Korintus 15:10 (TB)  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Jadi kita melakukan segala hal dalam hidup kita bukan untuk kasih, penerimaan bahkan keselamatan.
Tapi kita melakukannya karena pusatnya adalah kasih, justru karena itu kita bergerak dengan maksimal..

So mari terus tinggal dalam kasih Bapa itu sehingga kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemuliaan namaNya!
Gbu all! Biarkan api itu terus menyala! (PR)

Rabu, 02 Juni 2021

Sadari dan kenali Tuhan yang ada bersama kita!

Shallom Kingdom Family dimanapun berada, mau sedikit sharing tentang apa yg Tuhan Taruh didalam hati beberapa hari ini..

Sebenarnya hidup kita bukanlah potongan2 kejadian, hidup kita dari awal kelahiran jasmani kita bahkan sebelumnya, (yakni ketika orang Tua kita menikah dan mulai mengandung kita) sampai saat nafas kita berhenti nanti, saya percaya semua itu adalah satu kesatuan yang utuh, semua adalah sebuah cerita.. 

Mazmur 139:1-3, 13-16 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; 
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. 
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. 
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; 
mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. 

saat kita mulai menerima Tuhan Yesus (yang adalah keselamatan dan rahmat untuk semua orang) sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita sedang masuk dalam rangkaian cerita Tuhan yang besar.. itu kenapa kita perlu yang namanya penyelarasan dan iman utk melakukannya.. begitupun saat Tuhan menaruh kita disuatu tempat pada suatu musim itu semua adalah rangkaian cerita Tuhan.. karena Tuhan adalah penulis cerita-Nya, itu kenapa kita tidak perlu ragu, bingung, gelisah dan Takut, berarti Dia ada bersama dengan kita disemua musim dimanapun kita berada! Hanya memang kadang (bahkan seringkali), kita gagal dalam melihat, merasakan dan mengenali Tuhan yang selalu ada dengan kita itu!
Ada hal menarik di dalam sebuah kisah di Alkitab, ketika Tuhan menemui Yakub untuk pertama kalinya didalam kejadian 28,

Kejadian 28:10-16 (TB)  Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."

Menarik, bahwa Tuhan bukan hanya menyertai Yakub ketika dia tinggal dengan bapak ibuknya (ishak dan ribka), tetapi bahkan Tuhan menyertai Yakub ketika dia sedang dalam sebuah perjalanan (lari dari esau, hendak mencari isteri). ini benar2 luar biasa menurut saya, kenapa?
1. Karena Yakub masuk dalam Daftar diberkati Tuhan, berkat untuk Abraham yang kemudian juga jadi berkat Ishak, sekarang jadi berkat Yakub! jd cerita yakub tidak berdiri sendiri! Tuhan sedang memperkenalkan diri-Nya bahwa Ia yang menyertai dan memberkati nenek moyangnya berjalan bersama dengan Yakub! Wow amazing!
2. Yakub tidak mengetahui bahwa Tuhan yang Besar itu menyertai dia!

Ini jadi hal yang perlu kita renungkan bersama, itu kenapa saya sangat takjub, Tuhan begitu luar biasa, bahkan saat Yakub tidak sadar, Tuhan menghampiri, berjalan dengannya dan memberkati Dia!
Mungkin banyak dari kita (khususnya keluarga Fire Generation, dan Kingdom Family) mungkin sekarang sudah tidak di solo, jogja, ambon, surabaya, jakarta dll (yang adalah rumah dan basecamp), tempat kita dilahirkan secarw rohani, dididik, dan melayani bersama-sama..
Mungkin kini kita telah ada dalam perjalanan yang baru, ditempat yang baru, tapi ingat Tuhan yang sama itu tetap berjalan dan memberkati kita!
Itu kenapa kita harus melihat dengan kacamata ilahi, jangan2 kita sedang diutus untuk sebuah mandat yang baru!
Tuhan yg menyertai kita sewaktu kita sekolah dan kuliah, Tuhan yg sama yg berjalan dan memberkati kita sekarang waktu kita kerja dan berumah tangga! Dan dia akan "menyerahkan" tempat itu kepada kita!
Mari sadari dan kenali keberadaan Tuhan lebih lagi dimana tempat kita berada!
Jangan takut, gelisah dan ragu lagi! Bangkit dan menjadi teranglah!
Apabila teman2 dan keluarga ada yang membaca tulisan ini mungkin rindu untuk berbagi cerita hidupmu, bisa menghubungi saya..
Gbu all fams! Terus menjadi kuatlah dalam kasih karunia Tuhan dimanapun engkau berada hari ini!