Kamis, 07 April 2022

Nikmati perjalanan Iman kita dengan Tuhan

 

    Shalom keluarga Kerajaan Allah dimanapun berada, saya berdoa supaya kita hari ini mengalami dan menikmati setiap perjalanan Bersama dengan Bapa kita sehingga iman dan pengetahuan kita akan Tuhan dapat bertumbuh dengan baik, serta kita tidak kehilangan hal-hal yang esensi dalam diri kita!

    Beberapa minggu ini saya merasakan Tuhan berbicara lembut di hidup saya mengenai menikmati perjalanan iman dengan Bapa, saya teringat dengan masa kecil saya Ketika papah dan mamah hampir setiap natal/idul fitri mengajak kami sekeluarga untuk pulang kampung, entah ke pati tempat papah atau ke salatiga tempat keluarga mamah berasal. Karena hampir selalu kegiatan mudik ini dilakukan maka saya selalu tidur Ketika ada diperjalanan, papah mamah selalu membangunkan Ketika melewati tempat yang bagus atau jarang saya lihat dirumah seperti tugu/gapura antar kota, tugu adipura dll, awalnya saya excited tapi lama kelamaan saya cenderung bosan dan tidak mau bangun saat di bangunkan..

Saya sempat diingatkan Firman Tuhan dalam,

Lukas 2:41-46 “Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.”

Ayat yang mungkin pernah atau sering kita baca, tetapi ada beberapa hal yang Tuhan seperti garis bawahi dalam perikop Firman ini,

1. Orang tua Yesus melakukan hal yang sudah menjadi tradisi atau kebiasaan sehingga hanya fokus melakukan ritual, kegiataan, tanpa adanya gairah, semangat, atau hal baru yang membuat perjalanan ke Yerusalem ini terjadi begitu saja.

2. Orang tua Yesus kehilangan yang berharga dan essensi dalam perjalanan mengajak Yesus ke Yerusalem untuk merayakan paskah ini, yakni mereka kehilangan Yesus di tengah jalan! Karena mereka menyangka bahwa Yesus masih turut serta dalam perjalanan mereka! Orang tua Yesus larut dengan perjalanan Bersama orang banyak, tetapi tidak menjaga yang penting!

3. Orang tua Yesus harus berputar balik arah Kembali untuk menemukan Yesus, menemukan yang esensi dan berharga itu dalam kehidupan keluarga mereka! Dan kabar kurang enaknya adalah perjalanan yang mereka tempuh bukan dekat dan sebentar tetapi memakan waktu sehari perjalanan, itupun setelah mereka harus pusing dan khawatir selama 3 hari untuk mencari Yesus.

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan, seringkali kehidupan kita atau bahkan pelayanan membuat kita seperti robot, membuat kita begitu sibuk tetapi tanpa sadar kehilangan hal yang esensi dan berharga dalam hidup kita.

Berapa banyak waktu berharga dengan keluarga hilang karena kesibukan kita bekerja atau melayani? Berapa banyak tenaga dan sukacita kita hilang untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang menumpuk? Berapa banyak perhatikan kita terhadap orang disekeliling kita karena fokus kepada target-target dan deadline yang harus kita capai?

Banyak orang-orang percaya kehilangan ini semua dan baru menyadarinya setelah cukup lama terjadi, atau malangnya bisa terjadi kita sadar Ketika semua sudah terlambat! bahkan membuat Kita harus memutar balik untuk mengembalikan hal-hal esensi dan penting dalam hidup kita.

Terkadang Tuhan ingin kita menikmati perjalanan iman dengan-Nya, dengan memperhatikan hal-hal disekitar kita, dengan memberikan kasih sayang pada orang-orang yang kita temui diperjalanan kita. Dia bukan Tuhan yang terus dikejar deadline, Dia adalah Tuhan yang mengerti benar bagaimana mendidik dan memelihara kita melewati setiap masa dan tempat perjalanan kita, untuk memperlihatkan hal-hal indah disekitar kita.

Tuhan mengingatkan saya pribadi tentang jangan sampai kehilangan damai sejahtera dan sukacita saya, karena itu adalah tanda kita menikmati perjalanan iman dengan-Nya!

Banyak orang percaya kelelahan bukan karena tidak fokus, bukan karena tidak tekun, bukan karena tidak pintar, tapi karena tidak menikmati perjalanan mereka dengan Tuhan, sehingga sukacita dan damai sejahtera mereka dicuri musuh, sehingga hidup uring-uringan, mudah emosi, mudah tersinggung, mudah menuduh, mudah berprasangka buruk dll.

Ibrani 12:2, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Yohanes 10:10, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Yang terakhir Tuhan mengingatkan tentang perlunya beriistirahat dalam hadirat-Nya karena itulah sumber kekuatan sejati, seperti dalam Firman Tuhan

Yesaya 40:29-31, “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Dalam pertandingan F1/moto GP, memasuki pit stop adalah hal yang sangat penting karena disamping pembalap bisa beristirahat sejenak, kendaraan yang dipakaipun bisa diperbaiki sehingga kuat untuk bisa melanjutkan bahkan menyelesaikan pertandingan.

Demikian juga dalam hidup kita ada waktui-waktu dimana kita harus memasuki pit stop kita yakni beristirahat dalam hadirat Tuhan supaya kita bisa melanjutkan perjalanan bahkan nanti kitab isa menyelesaikannya Bersama dengan Tuhan. Saya percaya kita sedang memasuki musim yang berbeda, bahkan mungkin ini adalah perjalanan yang berat dan tidak mudah, maka dari itu berisitrahat adalah hal yang mutlak!

Saya berdoa supaya Keluarga kerajaan Allah bisa menikmati, menjalani bahkan nanti mengakhiri setiap perjalanan iman kita Bersama dengan Bapa kita, GBU all! (PR)

Selasa, 29 Maret 2022

Berjalan harmonis dengan Tuhan

 Shallom keluarga kerajaan yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus dimanapun berada, biar kasih Allah Bapa memenuhi kita senantiasa sehingga terus memampukan kita untuk dapat berjalan dalam "Ritme Ilahi" itu senantiasa!

Beberapa waktu ini tiba2 saya diingatkan Tuhan tentang pengalaman yang sangat menarik pada waktu mengikuti Returning to the Father 2015 singapore gathering, ini adalah gathering pertama saya, karena selama ini biasanya mengikuti konferensi, seminar, pelatihan kepemimpinan dll.. walaupun ke luar negeri terutama singapore bukan yang pertama kali (pertama kali ke singapore 2012, mengikuti "When Heaven Invades") tetapi ada banyak hal yang yang membuat saya terkejut, skuacita, sekaligus bingung..
Pertama adalah acara terus saja mengalir, tanpa ada protokol yang jelas seperti ibadah2 yang sudah2, jadi penyembahan yang mengalir dan sharing yang begitu seperti "dadakan" saya kurang tahu bagaimana protokolnya, tetapi belakangan saya baru tahu bahwa ada tim discerment, walaupun tidak kaku mengatur jalannya ibadah tetapi ada pesan2 yang didapat di tim kecil yang di soundingkan, dirilis atau dilakukan diatas mimbar.. tapi betapa indah dan mengagumkan Roh Kudus memimpin gathering ini, sangat terasa aliran Roh Kudus menuntun, sehingga seperti terus berlanjut tanpa berhenti.. seperti dirigen menyatukan nada menjadi simfoni yang indah, ada yang menyembah, memuji, deklarasi dll..
Sangat cair, tiba2 jump in yang dapat sesuatu dr Tuhan, seperti ada belokan2 yang indah..

Yang kedua, saya merasakan bagaimana atmosfer kekeluargaan dan kasih yang luar biasa, saya melihat bagaimana setiap orang dan komunitas bisa sangat "guyub", semua seperti keluarga walaupun beberapa baru pertama kali bertemu.. selain itu saya melihat dan merasakan atmosfer kasih sangat kental, hampir selalu ada tindakan rekonsiliasi, saling meminta maaf dan saling mengampuni, semua saling mengasihi dan saling menghargai..
Saya teringat dengan firman Tuhan di dalam

Ibrani 10:23-24 (TB)  Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 

Yakobus 5:13, 16 (TB)  Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Yang ketiga, kita dari indonesia sempat syok, dan takut karena ditengah ibadah tiba2 ada orang berbadan besar melepas bajunya dan memukul2 dada, sambil teriak2.. hahaha mungkin teman2 yang waktu itu ikut masih ingat..
Anak2 KFN yang notabene baru pertama kali ikut, kaget pelan2 mulai menyingkir dari kerumunan ibadah karena waktu itu baru praise enak2 hahaha..
Setelah sempat jeda ibadah, papa david demian menerangkan bahwa mereka yang melepas baju dan memukul2 dada itu adalah keluarga dari suku samoa, itu cara dan ekspresi mereka menyembah Tuhan, wow sesuatu yang sangat mengejutkan! Saya pribadi merasa sangat terberkati dan tertampar karena awalnya saya pikir ini apa, kok seperti tidak tertib, malah saya yakin banyak juga yang mengira bahwa mereka kesurupan hahaha
Saya teringat dengan Firman Tuhan,

Yesaya 42:10 (TB)  Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.

Wahyu 7:9 (TB)  Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
Saya dan saya pikir juga kami semua yang datang seperti tertampar.. Tuhan sedang membentuk hati kita! Tuhan sedang memperbesar hati kita!
Sejak saat itu saya belajar melihat dan mencari apa maksud Tuhan dari setiap apa yang terjadi dan alami dalam hidup saya! Disisi lain saya diajari bagaimana menyembah dengan free! Tanpa dibuat2, tanpa canggung, dengan ke khas an yang Tuhan beri dalam hidup kita!

Yang terakhir, saya sangat terkejut dan kaget ketika kita ibadah dan gathering melihat emak-emak, engkong-engkong bisa berdiri, menyanyi dan menari hampir 3 jam tanpa henti, saya baru 30 menit saja sudah ngos2an, teman2 dr indonesia pun paling 1 jam sudah ngos2 an hahha..
Kohany sempat nyeletuk, "kita capek karena nyembah bukan dengan roh, tapi daging" hahaha
Disini saya diingatkan Tuhan untuk kita bisa seirama, seritme dan terus mengikuti Tuhan perlu kekuatan dari Tuhan, hidup dalam Tuhan..
Saya diingatkan Tuhan dalam,

2 Korintus 4:7-9, 13, 15 (TB)  Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

Yesaya 40:29-31 (TB)  Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Zakharia 4:6 (TB)  Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. 

Matius 11:28-30 (TB) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Saya merasa banyak dari kita akan mengalami kesulitan dan kelelahan mengikuti ritme dan jalan Tuhan karena kita memakai kekuatan kita sendiri..
Saya dorong dan ingatkan untuk setiap kita mulai mencari Tuhan lebih karena akan ada banyak hal yang besar Tuhan sediakan bagi kita, mari bergerak secara harmonis dengan Tuhan,  supaya kita tidak mengalami kelelahan rohani..
Semoga dapat memberkati kita semua, sampai kepada kehendak dan rencana Tuhan digenapi dalam hidup, keluarga , kota dan bangsa kita! Gbu all! (PR)

Kamis, 24 Maret 2022

Hati yang selalu menyala!

 Shallom keluarga kerajaan Allah dimanapun berada, saya berdoa supaya kita semua ada dalam kasih dan anugerah Tuhan sehingga terus dapat menjaga hati dan hidup kita tetap dalam kehendak Tuhan! Amen!

Beberapa waktu ini Tuhan taruh di dalam hati saya tentang bagaimana setiap orang akan mengalami yang namanya shifting, atau musim yang berbeda, karena kehidupan manusia memang selayaknya seperti itu kecuali kita sudah mengalami yg namanya kematian, itu baru berhenti, hehe
Seperti Firman Tuhan dalam
Pengkhotbah 3:1-2 (TB)  Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;

Jadi sebenarnya adalah normal ketika orang, ministry, bangsa masuk dalam musim yang berubah2..
Tetapi yang Tuhan taruh kuat bagaimana kita sebagai orang percaya bisa memasuki dan menjalani shifting itu dengan baik..
Banyak sekali contoh bagaimana orang2 luar biasa yang begitu hebat menjalani satu musim tetapi "gagal" atau bahkan menghindari musim yang baru yang seharusnya dijalani..
Karena hanya menjalani seperti "kebiasaan", atau mengandalkan yang sudah2..
Tuhan kita adalah Tuhan yang terus bergerak dengan caranya yang selalu baru, kreatif, dan bisa memiliki hal2 yang diluar perkiraan kota..
Proses ulat-kepompong-kupu2 adalah musim yang berbeda2, selalu ada tantangan dan berkat yang berbeda tiap musim yang harus d jalani, tetapi masalahnya adalah ketika kepompong terlalu nyaman dan tidak mau keluar dr tempatnya maka dia tidak akan sampai pada hal yang indah dan maksimal yang Tuhan karuniakan padanya..
Bukan masalah musim apa yang harus kita jalani tetapi dengan siapa dan bagaimana kita menjalaninya adalah isu yang sangat penting..
Banyak orang2 percaya terjebak untuk tidak mau menjalani musim yang baru dengan proses yang baru, karena tanpa sadar nyan dengan apa yang dijalani.. itu kenapa malah akan menjadi boomerang dalam hidupnya.. justru akan mengalami kemunduran dan menjadi batu sandungan bagi banyak orang..
Beberapa waktu yang lalu ketika keluarga KFN mengadakan doa malam, saya yang dulu bisa pergi pelayanan dan ikut doa semalam harus mengikuti secara online karena ada 2 anak yang tidak bisa kita tinggal.. ketika doa online saya ikuti saya merasakan hadirat Tuhan begitu kuat dan ada banyak pesan yang sy dapatkan baik pribadi maupun yang besar..
pagi harinya ketika saya sedang mandi tiba2 ada seperti suara menuduh saya "kamu tidak mau bayar harga lagi" tetapi ketika saya sedang memikirkan kalimat itu, ada suara lembut yang berkata "hati dan rohmu adalah lebih penting dari pada jasmanimu"

Tuhan tiba2 membawa saya pada salah satu Firman Tuhan didalam

Mazmur 73:24-26 (TB)  Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.
Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Yang jadi luar biasa saya kaget Tuhan perlihatkan dalam versi NET seperti ini,

Psalms 73:24-26 (NET)  You guide me by your wise advice, and then you will lead me to a position of honor.
Whom do I have in heaven but you? I desire no one but you on earth.
My flesh and my heart may grow weak, but God always protects my heart and gives me stability.

Pemazmur assaf berkata luar biasa, bagaimana Tuhan memberikan tuntunan dengan bijaksana sampai kepada posisi yang dihormati dan dalam kemuliaan (ayat 24 NET), tetapi pemazmur assaf juga memberikan statment yg kuat, sekalipun tubuh dan hatinya lemah hancur Tuhan memberikan perlindungan dan stabilitas dalam hidupnya!
Jadi bukan masalah hidup dalam kemuliaan atau harus mengalami kelemahan banyak hal, tetapi stabilitas dan perlindungan akan memampukan kita memasuki dan menjalani musim baru dalam hidup kita!
Ternyata inilah rahasianya kestabilan itu, hadirat Tuhan!
Mazmur 73:28 (TB)  Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Psalms 73:28 (NET)  But as for me, God’s presence is all I need. I have made the sovereign Lord my shelter, as I declare all the things you have done.

Justru ketika kita memasuki dan menjalani musim baru dalam hidup kita, bukan hanya stabil tetapi justru hidup kita akan menjadi saksi kebesaran dan kemuliaan Tuhan ketika kita hidup dalam hadirat Tuhan! Haleluya!
Saya berdoa supaya setiap kita memiliki hati dan roh yang tetap menyala dalam menjalani setiap musim hidup kita! Jangan menghindari shifting, tetapi jalani! Selain itu saya juga berdoa supaya kita penuh sukacita menjalani musim baru dalam hidup kita, karena itu adalah kesempatan kita mengenal dan mendapatkan berkat Bapa yang baru! Haleluya!
Selamat menjalani musim kita, Tuhan Yesus memberkati! (PR)

Minggu, 13 Februari 2022

Bapa yang mengasihi

 

Shalom keluarga Kerajaan Allah dimanapun berada, biar kasih setia, anugerah dan rahmat-Nya selalu dipenuhkan dalam hidup kita senantiasa melewati semua musim dalam hidup kita! Amen!

Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, minggu-minggu ini adalah minggu yang berat yang harus saya pribadi alami, bahkan keluarga kami alami, bagaimana tidak minggu menjelang dan pasca melahirkan anak kami kedua, adiknya kefas, Sea Kavodia Adi Sirait (next post saya akan ceritakan apa dan bagimana pesan Tuhan tentang kehamilan Kavo), kami harus mengalami beberapa hal yang tidak enak, dimulai dari tanggal 3-4 februari 2022 atau seminggu sebelum jadwal kelahiran Sea, kefas tanpa sebab apa-apa tiba-tiba mengalami demam cukup tinggi dan lumayan lama, kefas yang biasanya jarang rewel tiba-tiba rewel terus karena demam. Posisi kefas kami bawa ke rumah opungnya karena saya dan istri harus kontrol dokter. Saya, istri dan kedua opungnya selama 2 harus begadang menunggu kefas yang panas, tidur hanya 2-3 jam, bahkan saya pribadi setiap 1 jam bangun memastikan suhu badan kefas baik-baik saja dan dia tetap bisa beristirahat.

Setelah 2 hari suhu badan kefas masih naik-turun, maka kami putuskan untuk membawa ke dokter. setelah kami bawa ke dokter di panti waluyo dan mengkonsumsi obat, kefas berangsur-angsur pulih. Tetapi hari minggu tanggal 6 februari badan saya demam seharian, mengkonsumsi obat penurun panas sehari sampai 4x, tidak berpengaruh sama sekali, tetap 38-39 derajat.

Sampai minggu malam akhirnya saya di infus oleh istri dan Dinar dari kota sehat Indonesia, baru jam 23.00 wib nya sudah mulai turun 37,6 dan bisa istirahat. Senin paginya saya merasa sudah mulai membaik, tetapi memang saya rasakan sakit untuk menelan, senin pagi kami pulang ke rumah kami sendiri, karena saya rasakan sudah mulai membaik, kemudian istri saya check darah dan konsultasi dokter, by the way, istri saya tidak mengalami demam dan batuk sama sekali, memang hanya sedikit pilek. Singkat cerita dokter bilang tetap sesuai rencana, tanggal 7 check darah, tanggal 8 swab PCR, dan benar tanggal 8 nya hasil istri saya positif, saya menyusul periksa baru pada malam harinya hasil keluar dan saya juga positif, dokterpun menyarankan untuk operasi sesar istri saya mundur, yang harusnya tanggal 10, jadi tanggal 19.

Memang HPL nya sekitar tanggal 24 awalnya, tetapi dokter menyarankan untuk diajukan supaya tidak kesakitan karena kontraksi-kontraksi begitu, tetapi sekarang malah harus mundur karena positif, jadi tanggal 19.

Saya dan istripun harus mulai melakukan isolasi mandiri, posisi kefas tetap dirumah waktu itu, tetapi setelah kami diskusikan akhirnya kefas diungsikan ke rumah opungnya. Sepanjang hari istri saya sering sekali mengalami kontraksi, awalnya kita piker hanya kontraksi palsu, tetapi memang semakin intens, sampai bisa 3-5 menit sekali.

Tanggal 9 nya siang istri saya tiba-tiba berteriak memanggil saya karena ternyata ada flek. Kemudian saya hubungi beberapa orang untuk minta tolong mengantar ke rumah sakit. Selang 1 jam kemudian saya dikabari ternyata istri saya sudah mengalami pembukaan 3 mau ke 4 jadi harus segera dioperasi, jam 12.30 saya dikabari, saya tidak bisa ke rumah sakit karena sedang isolasi mandiri dan istri sayapun tidak bisa ditunggu, hanya waktu itu dinar yang menunggu dari luar, sedangkan koh ricky dan Dama yang ikut menghantar harus pulang juga.

Sebelum ini semua Tuhan memang sudah mengingatkan dan memberikan Firman-Nya di dalam yesaya 41:1-20,

Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk berperkara. (ini yang saya sempat sharingkan juga di RCC Jakarta),

Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya.

Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.

Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: "Kuatkanlah hatimu!"

Tukang besi menguatkan hati tukang emas, dan orang yang memipihkan logam dengan martil menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian: "Itu baik," lalu menguatkannya dengan paku-paku, sehingga tidak goyang.

Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi;

engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau";

janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."

Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.

Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel.

Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.

supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.

Selama beberapa hari terus berulang diingatkan, bahkan diberikan beberapa penekanan, seperti Roh Kudus berbicara “jangan Takut Aku yang memegang tanganmu, jangan takut, memang engkau seperti cacing tidak punya kekuatan, tidak punya kemampuan membela dan mempertahankan diri, tetapi jangan takut!”. Kalimat ini terus terngiang di kepala saya, di hati saya, jujur saya tidak mengerti awalnya Ketika ayat ini terus berbunyi di telinga, hati dan pikiran saya, tetapi pada waktu tanggal 9 itu waktu tiba-tiba istri saya harus operasi saat itu juga jujur saya mengalami ketakutan, bagaimana istri saya, kefas bagaimana, Kavo bagaimana dll. Saya hanya diam saja, dan terus berdoa dalam hati, bahwa Tuhan akan berperang ganti saya.

Hingga akhirnya sekitar jam 14.30 an, dinar video call dan memberitakan bagaimana Kavo sudah lahir dengan selamat! Sekitar 1 jam kemudian istri saya sudah siuman! Begitu luar biasanya Tuhan! Sungguh saya sangat bersyukur untuk Kebaikan dan kemurahan Tuhan, saya juga bersyukur dengan orang-orang baik yang Tuhan kirimkan! Proses masih berlanjut, karena istri saya masih harus pemulihan pasca operasi, kami masi isolasi mandiri, sementara Kavo masih di RS, besok senin baru akan di bawa ke rumah Koh henry dan pipit diasuh oleh orang-orang baik yang mau memberikan waktu dan tenaga nya untuk mengasuh kavo selama kami isolasi mandiri, kefas masih di rumah opungnya, belum tahu seperti apa ke depannya, tetapi hari ini Tuhan mengingatkan lagi di dalam Ulangan 31:6

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

Tuhan mengingatkan sekali-sekali Tuhan tidak akan meninggalkan kita! Kasih-Nya selalu lebih besar dari semua kehidupan kita! Apapun keadaan kita, musim apapun yang kita sedang alami, proses apapun yang kita sedang hadapi, Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan kita! Sungguh ini menguatkan saya pribadi, dan saya percaya pesan dan kesaksian ini biarlah juga memberkati keluarga Kerajaan Allah dimanapun berada! Dia Bapa yang selalu setia pada anak-Nya!

Terimakasih, saya berdoa biar kasih dan kebaikan Tuhan melingkupi dan menenggelamkan kita dimanapun kita berada! sehingga damai sejahtera, dan sukacita Tuhan menguasai kita lebih dari ketakutan dan kekelaman yang ada disekeliling kita! Tuhan Yesus memberkati!

 

 

Rabu, 22 Desember 2021

Seperti para gembala menyambut kelahiran Kristus!

 Shallom saudara saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus Tuhan kita dimanapun berada!

Puji Tuhan kita boleh ada di penghujung tahun 2021, tentu bukan hal yang mudah yang kita hadapi tahun2 terakhir ini, terutama ketika kita harus melewati pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia, hanyalah semata2 kasih karunia dan anugerah Tuhanlah yang memampukan kita berdiri sampai dipenghujung tahun ini!
Saya sangat dibwrkati ketika sedang memoersiapkan kotbah natal di beberapa kesempatan yang diberikan pada saya di bulan desember ini, terkhusus ketika saya sedang belajar di dalam satu perikop Firman Tuhan di dalam Lukas 2:8-20, yang demikian bunyinya

Lukas 2:8-20 (TB)  Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Tentu ini adalah perikop Firman Tuhan yang sudah bertahun2 kita dengarkan menjelang perayaan natal tiba, tapi pada waktu saya membaca, belajar, dan meminta tuntunan Roh Kudus untuk bisa memahami perikop Firman ini, tiba2 saya mendapatkan beberapa rhema, penguatan dan tuntunan Tuhan dalam hidup saya, yakni

1. Kabar sukacita sekaligus sangat penting tentang lahirnya Juruselamat bagi seluruh bangsa ini diberikan pada gembala, kalangan yang notabene tidak terlalu elite, bahkan cenderung dianggap sepele, saya seperti diingatkan Roh Kudus pada kisah Daud, yang seperti "dikucilkan, disembunyikan dan ditinggalkan" oleh bapa dan keluarganya untuk hanya menjadi "gembala" bagi sedikit sekali ternak bapaknya, supaya tidak terhitung kalangan "terpandang" seperti saudaranya yang lain.. daud bukan golongan "first class" bagi keluarganya! Kemudian yang menarik juga adalah kabar lahirnya Juruselamat bagi bangsa2 ini diberitakan bukan di tengah kota besar, tetapi di padang, di pinggiran kota!
Seberapa banyak dari kita yang sering kali, atau "kebetulan" saat ini sedang dalam fase yang bukan golongan "elite, terpandang, first class" , merasa kurang pendidikan, kurang secara materi, serta memiliki banyak kelemaha lain yang menjadikan diri kita meyakini bahwa kita manusia "second, bahkan third class" atau mungkin juga kita sedang/tidak ada di tempat2 besar, tempat2 strategis bagi dunia, dan seringkali kita merasa mungkin kita "dilupakan" Bapa dan orang2 terdekat kita? Ingatlah kisah gembala ini, bagaimana Tuhan dan Bapa kita tidak pernah lupa dan tetap percaya pada kita! Dia masih percaya kita! Dia mau memakai setiap hidup kita untuk menjadi kemuliaan bagi-Nya! Jangan batasi Tuhan!

2. Pesan tentang lahirnya Sang Juruselamat dipercayakan pada para gembala yang melalui visitasi ilahi itu, bukan para gembala dapatkan ketika mereka sedang beribadah di sinagoge, bukan saat mereka berdoa, tetapi saat mereka sedang bekerja menjaga kawanan ternak mereka di padang! Diberikan saat mereka sedang berjaga2! Percayalah teman2 marketplace, Tuhan akan memberikan visitasi2 ilahi, dengan pesan2 penting Kerajaan Surga itu diberikan ketika kalian sedang bekerja di tempat kerja! Terus berjaga2, jangan2 visitasi dan pesan2 ilahi itu sedang dilepaskan!

3. Kata "takut" dalam perikop ini menggunakan kata "phobeo" atau sering kita dengar kata phobia, ketakutan berlebihan terhadap suatu hal, menarik dibeberapa ulasan beberapa artikel menjelaskan bahwa ada yang namanya phobia sosial, ketakutan menghadapi suatu kondisi tertentu, nah ini biasanya dipengaruhi oleh latar belakang sosial pendidikan orang tersebut. Beberapa artikel juga menjelaskan phobia ini bisa diperparah karena adanya suatu pengalaman yang tidak menyenangkan sebelumnya..
Nah kemungkinan para gembala ini juga mengalami hal tersebut, terpinggirkan dan mungkin juga mengalami hal2 yang tidak menyenangkan lainnya.. itu kenapa ketika Malaikat itu tiba dan mengatakan "Jangan Takut!", ini Adalah pesan pertama sebelum adanya mandat untuk para gembala memulai perjalanan iman mereka memberitakan kabar sukacita tentang kelahiran Juruselamat bagi semua bangsa!
Kata takut, ketakutan dan sejenisnya ini ditulis sampai 365an kali di Alkitab, tentu hal ini adalah hal yang penting untuk diketahui itu kenapa sampai ditulis berkali2, Tuhan ingin kita mengatasi phobia, trauma, ketakutan, kekhawatiran, kecemasan kita, karena itu bisa menghambat pekerjaan dan mandat yang Tuhan berikan untuk kita! Ingat bagaimana Musa mendapatkan mandat membebaskan bangsa israel dari perbudakan Tuhan berpesan pertama-tama tentang jangan takut, pun begitu dengan Yosua ketika mendapat mandat melanjutkan memimpin bangsa israel pesan Tuhan jangan takut, jangan kecut dan tawar hati!

3. Para gembala mendapatkan nubuatan dan mandat ilahi lihat pada ayat 10-14, yang menarik adalah respon mereka di ayat 15, dan 16,
A. Mereka memilih memulai perjalanan iman untuk mencari Sang Juruselamat itu, kata pergi disini "dierchomai", memulai sebuah perjalanan, ditengah segala ketidak mengertian (saya yakin para gembala belum bisa mengerti secara keseluruhan pesan dan mandat yang diberikan pada mereka, mungkin seperti mimpi juga bagi mereka, karena tiba2 malaikat itu "melayang" diatas mereka), tidak tahu juga dimana letak persisnya Bayi Yesus itu, mereka terus berjalan.. respon yang luar biasa.. memulai perjalanan iman mengiring Tuhan kadang seperti itu, tidak melulu kita tahu semuanya, hanya perlu iman dan ketaatan untuk melakukannya!

B. Lukas 2:16 (TB)  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.

Kata cepat ini menarik sekali, karena dalam bahasa aslinya memakai kata "speudo", yang memiliki arti tidak menunda karena menginginkan dengan sungguh-sungguh, disini kita dapat melihat respon para gembala bukan hanya percaya dan taat tetapi juga bersungguh2 menginginkan mendapatkan janji, dan nubuatan itu dengan cara langsung bergegas melakukan tanpa menundanya! Saya bisa merasakan bagaimana gairah dan sukacita para gembala itu mendorong mereka bergegas mengerjakan tugas mulia itu!

4. Ketika para gembala menemui apa yang dijanjikan pada mereka, secara luar biasa pada ayat 17-19 kedatangan para gembala ini membawa sukacita, penghiburan, dan peneguhan bagi yusuf dan maria..
Mari ingat kembali bagaimana yusuf awalnya ragu akan mengambil maria menjadi istrinya, dan maria yang harus "hamil" sebelum menikah, tentu bukan hal yang mudah mengalami hal-hal ini, tetapi kedatangan para gembala ini menjadi sukacita, penguatan dan peneguhan bagi mereka! Haleluya! Saya sangat takjub dengan cara Tuhan membuat cerita, sungguh Dia adalah sutradara terbaik!
Jadi ketaatan kita akan kehendak Tuhan kadang memang itu berat dan tidak mudah, tetapi itu akan menjadi berkat bagi orang2 lain juga yang sedang mengerjakan panggilan dan mandat ilahi itu! Wow luar biasa!

5. Para gembala mendapatkan penggenapan akan janji itu! Ini luar biasa setiap jerih lelah dan semua hal yang berat yang sudah dilewati terbayar lunas! Pada ayat 20, jelas setiap janji dan nubuatan Tuhan itu digenapi membuat para gembala pulang dengan memuji dan memuliakan Tuhan! Luar biasa, itu berarti Tuhan tidak akan melupakan janjiNya!

Selamat menyambut natal 2021, dan memasuki tahun baru 2022 semua keluarga Allah dimanapun berada, God bless you all!

Rabu, 20 Oktober 2021

Persiapkan Hati dan miliki iman untuk berjalan dengan Tuhan!

Shallom Keluarga Kerajaan Allah dimanapun berada! Biarlah kita terus bertumbuh dalam iman dan karakter sampai serupa dengan Kristus Tuhan kita! 

Saya mulai dengan sharing dari Firman Tuhan di dalam,

Ibrani 11:7 (TB)  Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Cerita tentang ketaatan nuh ini begitu luar biasa, Nuh yang bukan Nelayan tetapi petani mendapat mandat untuk membuat bahtera! Tetapi Nuh tidak protes, memilih untuk taat dan memiliki iman bahwa Tuhan akan mengenapi semua yang di janjikan-Nya! iman dan ketaatan Nuh yang membuat dia dan semua keluarganya selamat, bahkan menjadi alat Tuhan untuk ikut melanjutkan Cerita-Nya untuk dunia!
Beberapa waktu yang lalu ketika sedang mempersiapkan kotbah, tiba2 Tuhan seperti memberikan impresi tentang orang2 yang sedang mempersiapkan tanah untuk membuat bandara, dan tiba2 Tuhan seperti ingin menunjukkan khusus tentang pembuatan landasan pacu nya yakni tempat untuk pesawat take off dan landing.. Tuhan juga mengingatkan kejadian dulu tahun 2014 saya dan teman2 mission trip ke sangihe (Sulawesi utara), karena waktu itu belum ada bandara disana jadi kami harus semalaman naik kapal dari manado untuk sampai kesana.. sekarang sudah ada bandara disana keadaan jauh berbeda, walaupun kapasitasnya masih peswat ATR (baling-baling), tetapi sudah jauh lebih menghemat waktu dan tenaga karena hanya butuh kurang dari 1 jam untuk terbang dari manado ke sangihe.. Tuhan ajari seringkali hati, iman dan hidup kita kurang kuat, bahkan tidak mampu menampung "Pesawat" Tuhan yang mau "landing" maupun "take off"..
Tuhan tunjukan landasan pacu itu seperti hati dan iman kita, dimana Tuhan mau "landing" kan kasih, janji, pengurapan, berkat, dll di hidup kita, bahkan juga sebagai tempat untuk merilis atau melepaskan kasih, berkat, pengurapan-Nya melalui kita untuk menolong dan memberkati orang lain disekitar kita, tetapi seberapa sering kita tidak bisa menerimanya karena hati dan iman kita tidak siap, tidak berani melangkah bersama dengan Dia, bahkan untuk hal yang terlihat simpel tapi fundamental yakni kita tidak percaya Tuhan bisa memakai hidup kita!
Proses pembuatan bandara atau landasan pacu ini sendiri ternyata tidak bisa instant, harus benar2 kuat dengan berkali-kali ujicoba supaya aman untuk pesawat landing dan take off disana..
Bahkan seberapa besar dan kuat kapasitas kita juga mempengaruhi seberapa besar Tuhan akan memberikan semua yang ada di "Hati-Nya"..
Ternyata sama juga dengan hidup kita, hati, karakter dan iman kita harus diproses dan dilatih sedemikian rupa sehingga kita siap apabila Tuhan mau memberikan arahan, janji, kasih, pengurapan, berkat dll itu dalam hidup kita.
Seringkali orang meremehkan dengan ejeka masak kita hanya percaya saja, tapi buktinya memang Firman Tuhan berkata semua diterima di hati kita, dengan iman!

Roma 1:17 (TB)  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Romans 1:17 (KJV)  For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.

Roma 10:10 (TB)  Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Ibrani 11:1 (TB)  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Roma 8:24-25 (TB)  Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Ingat abraham harus menunggu sampai bertahun2 baru janji itu tergenapi, musa mengalami proses pengembaraannya, daud menghadapi singa beruang sebelum menghadapi goliat dan kemudian masih lama prosesnya sebelum dia menjadi raja , petrus mengalami ketakutannya sebelum berkotbah untuk 3000 orang bertobat, dan lebih banyak lagi tokoh di Alkitabpun mengalami banyak proses hati, karakter dan iman untuk akhirnya memperoleh semua janji Tuhan itu..
Karena apabila diri kita tidak siap justru bisa menjadi bumerang dan malapetaka, ingat bagaimana kisah saul yang akhirnya harus turun dr takhtanya dan mati mengenaskan, yeter anak gideon yang tidak siap dan terlatih gagal mendapatkan kehormatan dan kemuliaan yang seharusnya dia dapat, atau yudas yang tidak sampai akhir hidupnya mengikut Kristus harus mati mengenaskan, dan lain sebagainya..
Setia pada proses, terus taat dan memiliki iman yang terus bertumbuh setiap hari, maka saya percaya hati serta janji Tuhan yang besar itu akan diberikan pada kita ketika kita siap..
Bahkan kita juga dipakai Tuhan untuk menjadi saluran dan perpanjangan Tangan Tuhan di dunia..
Mari terus mempersiapkan diri kita, lewati proses demi proses pendewasaan iman dan karakter kita, sehingga ketika waktunya tiba kita siap untuk menjadi "Landasan Pacu" nya Tuhan! Gbu all! (PR)

Rabu, 29 September 2021

Kata "Ya" yang mengubahkan!

Shallom Keluarga Kerajaan yang terkasih didalam Tuhan Yesus Kristus dimanapun kita berada, biarlah kita terus berkata "ya" terhadap setiap panggilan Tuhan atas hidup kita! Biarlah urapan-Nya terus penuh atas kita! Haleluya!


2 Korintus 1:17-22 (TB)  Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat "ya" dan "tidak"?
Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak".
Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya".
Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.
Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,
memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

Dalam konteks ini memang paulus sedang menerangkan bagaimana dia mengubah rute perjalanan pelayanannya, tetapi ada pesan luar biasa bahwa di dalam Yesus ada "Ya" dan "Amen" !

Sejak kemarin pagi saya merasa ada pesan yang kuat yang Tuhan beri atas hidup saya, yakni tentang menjawab "Ya" atas panggilan dan janji yang Tuhan beri atas hidup kita!
Sepertinya mustahil kata "Ya" saja bisa mengubahkan pribadi, bahkan sebuah bangsa, tetapi itulah yang terjadi dibanyak cerita di Alkitab yang mengubah bukan hanya pribadi dan keluarga, bahkan sebuah bangsa bisa berubah hanya dari jawaban "Ya" satu orang saja!
Coba tilik bagaimana seorang abraham berkata "Ya" terhadap panggilan dan janji Tuhan bisa mengubah nasib dunia (karena dari "ya" abraham, keluarganya menjadi bangsa yang besar),
bagaimana "ya" dari Nuh bisa membuat dunia ini masih bisa meneruskan cerita (tentu karena semua tenggelam, hanya nuh dan keluarganya yang akhirnya bisa hidup dan melanjutkan kisah dunia),
ingat "Ya" dari musa terhadap perintah dan panggilan Tuhan menyelamatkan bangsa nya dari perbudakan,
"ya" dari seorang yosua membuat bangsa nya mampu masuk ke tanah perjanjian (dengan mengalahkan bangsa2 kuat yang menduduki kanaan),
"Ya" dari elia membuat bangsa nya bertobat, "Ya" dari ester telah menyelamatkan bangsanya dari pemusnahan massal,
"ya" dari yusuf telah memelihara keluarga yang kemudian menjadi sebuah bangsa dari kelaparan dan kehancuran,
"ya" dari daniel, sadrakh, mesakh, abednego telah menjadi kesaksian sehingga sebuah bangsa mengenal Tuhan Allah yang besar, "ya" dari Yunus membuat sebuah kota besar bertobat, siapa lagi?
"Ya" dari Maria membuat dia menjadi wanita yang disebut paling berbahagia di seluruh dunia karena lewat dia seorang Juruselamat dilahirkan dan menyelamatkan umat manusia!
"Ya" dari petrus membuat 3000 orang mengenal Yesus Sang Juruselamat dari seorang nelayan biasa,
"Ya" dari Paulus membuat bangsa diluar Yahudi diselamatkan karena menerima Injil Yesus Kristus, bahkan "ya" dari paulus ini membuat lahir 2/3 kitab diperjanjian Baru! "Ya" dari onesimus mengubah hidupnya dari budah menjadi anak rohani paulus bahkan membuatnya menjadi Bapa gereja!
"Ya" dari evan Robert mengubah bangsanya untuk bertobat mengalami Tuhan,
"Ya" dari nommensen, Otto Gesler, kyai Sadrakh, Tunggul wulung, dan Josep Kam membuat satu suku mengenal Yesus!
Kata "Ya" dari seorang ibu rumah tangga biasa bernama Heidi Bakker membuat wajah sebuah bangsa di Africa berubah!
Masih terlalu banyak lagi untuk disebutkan satu persatu! Bayangkan begitu luar biasanya kata "Ya" ini dari orang2 sederhana, orang yang biasa, lemah, tidak diperhitungkan, tetapi membawa dampak yang besar terhadap pertama-tama adalah dirinya sendiri, keluarga atau orang-orang terdekatnya, suku, kota, bangsa, bahkan bangsa-bangsa!
Mungkin awalnya ini seperti hal yang besar dan tidak masuk akal, tetapi percayalah setiap jawaban "Ya" dari dalam hati dan ketulusan kita kepada setiap janji dan panggilan Tuhan itu dicatat dan diperhitungkan oleh Tuhan! Itu berharga!
Sekedar mengingatkan kenapa kata dari kita itu penting lihat

Roma 10:9-10 (TB)  Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Lihat bagaimana respon kita terhadap janji, panggilan dan perintah Tuhan itu sangat krusial, sangat diperhitungkan Tuhan! Mari terus merespon dengan benar setiap janji dan panggilan Tuhan untuk hidup kita, dengan berkata "Ya", maka itu semua akan tiba saatnya digenapi, bahkan kadang dampak dari "Ya" dari kita itu lebih dari apa yang kita pikirkan, apa yang kita pernah bayangkan!

Saya tutup dengan Firman Tuhan
Yesaya 55:10-11 (TB)  Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Semua "Ya" kita terhadap Firman Tuhan tidak akan sia-sia! Saya mendorong semua keluarga dimanapun berada untuk terus menjawab "Ya" terhadap janji Tuhan seberat apapun kondisi kita, percayalah semua akan terjadi tepat pada waktu-Nya!
Gbu all! (PR)