Jumat, 04 Juni 2021

Hamba vs Anak

Shallom kingdom family dimanapun berada, hari ini saya akan membagikan sesuatu yang Tuhan taruh di dalam hati saya, tentang bagaimana kita harus mengerjakan sesuatu dengan kekuatan Tuhan, bukan supaya dicintai atau supaya diselamatkan, tetapi justru karena kita adalah anak, kita diterima dan dicintai, dipindahkan dari maut kepada hidup kekal, itu kenapa kita mengerjakan segala sesuatu dengan memberikan selalu yang terbaik..

Kita mulai dengan Firman ini,

Galatia 4:1-8 (TB)  Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. 
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.

Jadi jelas, kita adalah Anak karena kita telah ditebus dan harganya telah lunas dibayar! bukan lagi hamba!
Jadi pola pikir kita mengerjakan segala sesuatu jangan karena disuruh pemimpin, disuru bapa rohani, disuruh lembaga pelayanan!
Kita bukan hamba! Disini kita melihat beberapa karakter hamba atau budak :

1. Mental seorang budak dan hamba adalah segala sesuatu harus diperintah.
2. melakukan segala sesuatu dengan bersungut2, tanpa adanya sukacita, tanpa rasa syukur dan tanpa kasih!
3. Tidak memberikan total, habis habisan, tidak 100%
4. Membantah, atau masih ingin melakukan kehendak sendiri
5. Melakukan segala sesuatu untuk mendapat upah, penerimaan, berkat dll

Ketika kita tahu kita adalah Anak maka seharusnya kita melakukan segala sesuatu karena kasih Kristus itu sumbernya..

2 Korintus 5:13-14 (TB)  Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

Dan lagi,

1 Korintus 15:10 (TB)  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Jadi kita melakukan segala hal dalam hidup kita bukan untuk kasih, penerimaan bahkan keselamatan.
Tapi kita melakukannya karena pusatnya adalah kasih, justru karena itu kita bergerak dengan maksimal..

So mari terus tinggal dalam kasih Bapa itu sehingga kita bisa memberikan yang terbaik untuk kemuliaan namaNya!
Gbu all! Biarkan api itu terus menyala! (PR)

Rabu, 02 Juni 2021

Sadari dan kenali Tuhan yang ada bersama kita!

Shallom Kingdom Family dimanapun berada, mau sedikit sharing tentang apa yg Tuhan Taruh didalam hati beberapa hari ini..

Sebenarnya hidup kita bukanlah potongan2 kejadian, hidup kita dari awal kelahiran jasmani kita bahkan sebelumnya, (yakni ketika orang Tua kita menikah dan mulai mengandung kita) sampai saat nafas kita berhenti nanti, saya percaya semua itu adalah satu kesatuan yang utuh, semua adalah sebuah cerita.. 

Mazmur 139:1-3, 13-16 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; 
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. 
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. 
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; 
mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. 

saat kita mulai menerima Tuhan Yesus (yang adalah keselamatan dan rahmat untuk semua orang) sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita sedang masuk dalam rangkaian cerita Tuhan yang besar.. itu kenapa kita perlu yang namanya penyelarasan dan iman utk melakukannya.. begitupun saat Tuhan menaruh kita disuatu tempat pada suatu musim itu semua adalah rangkaian cerita Tuhan.. karena Tuhan adalah penulis cerita-Nya, itu kenapa kita tidak perlu ragu, bingung, gelisah dan Takut, berarti Dia ada bersama dengan kita disemua musim dimanapun kita berada! Hanya memang kadang (bahkan seringkali), kita gagal dalam melihat, merasakan dan mengenali Tuhan yang selalu ada dengan kita itu!
Ada hal menarik di dalam sebuah kisah di Alkitab, ketika Tuhan menemui Yakub untuk pertama kalinya didalam kejadian 28,

Kejadian 28:10-16 (TB)  Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."

Menarik, bahwa Tuhan bukan hanya menyertai Yakub ketika dia tinggal dengan bapak ibuknya (ishak dan ribka), tetapi bahkan Tuhan menyertai Yakub ketika dia sedang dalam sebuah perjalanan (lari dari esau, hendak mencari isteri). ini benar2 luar biasa menurut saya, kenapa?
1. Karena Yakub masuk dalam Daftar diberkati Tuhan, berkat untuk Abraham yang kemudian juga jadi berkat Ishak, sekarang jadi berkat Yakub! jd cerita yakub tidak berdiri sendiri! Tuhan sedang memperkenalkan diri-Nya bahwa Ia yang menyertai dan memberkati nenek moyangnya berjalan bersama dengan Yakub! Wow amazing!
2. Yakub tidak mengetahui bahwa Tuhan yang Besar itu menyertai dia!

Ini jadi hal yang perlu kita renungkan bersama, itu kenapa saya sangat takjub, Tuhan begitu luar biasa, bahkan saat Yakub tidak sadar, Tuhan menghampiri, berjalan dengannya dan memberkati Dia!
Mungkin banyak dari kita (khususnya keluarga Fire Generation, dan Kingdom Family) mungkin sekarang sudah tidak di solo, jogja, ambon, surabaya, jakarta dll (yang adalah rumah dan basecamp), tempat kita dilahirkan secarw rohani, dididik, dan melayani bersama-sama..
Mungkin kini kita telah ada dalam perjalanan yang baru, ditempat yang baru, tapi ingat Tuhan yang sama itu tetap berjalan dan memberkati kita!
Itu kenapa kita harus melihat dengan kacamata ilahi, jangan2 kita sedang diutus untuk sebuah mandat yang baru!
Tuhan yg menyertai kita sewaktu kita sekolah dan kuliah, Tuhan yg sama yg berjalan dan memberkati kita sekarang waktu kita kerja dan berumah tangga! Dan dia akan "menyerahkan" tempat itu kepada kita!
Mari sadari dan kenali keberadaan Tuhan lebih lagi dimana tempat kita berada!
Jangan takut, gelisah dan ragu lagi! Bangkit dan menjadi teranglah!
Apabila teman2 dan keluarga ada yang membaca tulisan ini mungkin rindu untuk berbagi cerita hidupmu, bisa menghubungi saya..
Gbu all fams! Terus menjadi kuatlah dalam kasih karunia Tuhan dimanapun engkau berada hari ini!

Minggu, 11 April 2021

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!

 Shallom Yesus Tuhan! Biar kasih persaudaraan yang bersumber dari Kasih Bapa itu ada untuk kita semua!

Saya akan membuka sharing saya dengan ayat yang tiba2 Tuhan taruh didalam hati saya beberapa hari ini, di dalam

Galatia 6:1-5 (TB)  Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.

Belakangan semakin dibuat sadar dan mengerti bahwa hidup kekristenan bukan hanya berbicara tentang bagaimana kita pribadi mengiring Kristus dan hidup dalam panggilan-Nya saja (tentu ini adl yg paling mendasar), tetapi juga bagaimana kita saling menguatkan satu dan yang lainnya supaya tidak ada yang tertinggal dalam proses mengiring Kristus itu dan semua dapat hidup didalam panggilan Tuhan!
Saya tersentak ketika saya baru belajar tentang #GoingDeeper untuk semakin mendekat kepada Tuhan, justru Tuhan bukakan bahwa kita tidak didesain untuk menjadi egois (walaupun dalam hal ini tidak tentang menghabiskan uang kita sendiri, mengurung diri dalam kenyamanan dll), tapi dalam taraf tertentu kita tanpa sadar tidak pedulikan orang lain bagaimana (lebih parahnya lagi adalah keluarga seiman kita, seperjuangan dll) mereka menjalani kehidupan kekristenannya, beban apa yang mereka tanggung, talenta atau hal2 apa yang harus didukung, hal2 yang harus dibantu untuk evaluasi diri supaya lebih kuat dan maksimal dalam Tuhan dll. Terlebih lagi banyak ajaran atau kotbah yang bertahun2 kita dengarkan tentang "masuk Surga adalah keputusan pribadi kita, orang lain tidak ikut campur didalamnya" ini membuat orang yang sudah "bertobat" atau "lahir baru" banyak menjadi pribadi yang apatis, skeptis dengan lingkungan, tidak peduli apakah orang disekitarnya sudah mengenal Tuhan atau belum, atau orang2 percaya disekitarnya perlu disuport atau tidak.
Tentu perjalanan iman kita sebagai pribadi dan individu jelas itu pokok utama yang harus kita perhatikan, karena hal mengiring Kristus memang "keputusan Pribadi" kita, dibanyak pengajaran baik Tuhan Yesus maupun Paulus mengajarkan tentang "Pribadi yang mengambil keputusan tanpa mempedulikan sekitar" dalam artian kalau keluarga dan teman2mu belum mengenal Tuhan ya km harus ambil keputusan itu, mempertahankan iman di tengah lingkungan yang belum mengenal Tuhan dll..
Misal perkataan Tuhan Yesus,
Matius 10:34-38 (TB)  "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Atau pengajaran Paulus,
1 Korintus 9:24-25 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Namun ada baiknya kita melihat dan mempelajari lebih dalam konteks2 pengajar itu, supaya kita tidak "gebyah uyah", memukul rata bahwa kita harus bermusuhan dengan keluarga kita, ataupun berlomba dgn yang lain supaya aku sendiri dapat mahkota!
Sebenarnya dibanyak pengajarkan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus maupun paulus hal "hidup bersama sebagai orang percaya" ini juga ditekankan..
Benar bahwa kita nanti menghadap tahta Allah sendirian, tapi menjadi bagian kita juga untuk menolong keluarga dan sesama orang percaya! Menerapkan prinsip hidup Kristen itu secara komunal, supaya justru semakin solid dan semakin kuat mengiring Tuhan!

Roma 14:19 (TB)  Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Roma 15:1-3 (TB)  Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."

1 Korintus 10:23-24 (TB)  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

1 Korintus 14:3-4 (TB)  Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

1 Tesalonika 5:11 (TB)  Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Yohanes 13:34-35 (TB)  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."


Efesus 4:1-4 (TB)  Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

Efesus 4:11-16 (TB)  Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. 

Dan lebih banyak lagi ayat2 yang mengandung pengajaran bahwa kita bagaimana hidup secara komunal, sebagai keluarga "orang percaya" salin membangun satu dan yang lain, hidup bersama mengiring Kristus!

Semoga memberkati semua keluarga Kerajaan dimanapun berada! Gbu all!

Sabtu, 06 Maret 2021

Bersyukur, jangan bersungut-sungut!

 Shallom keluarga Tuhan dimanapun berada yang saya kasihi! Kiranya kasih karunia, penyertaan, dan perlindungan Allah Bapa di dalam Kristus senantiasa ada bagi kita semua! Amin!

Beberapa minggu yang lalu ketika saya sedang sibuk-sibuknya pindah rumah, karena harus cat rumah, angkat2 barang, bersih2 dll, di sisi lain tetap harus menjaga kefas, anak saya yang cakep, lucu dan luar biasa itu (heuheu), tiba2 Tuhan ingatkan tentang pentingnya bersyukur!
Lawan kata dari bersyukur adalah bersungut-sungut, dan saya begitu kaget ketika Tuhan ingatkan saya bahwa bangsa israel tidak masuk tanah perjanjian secara cepat dan mulus, bukan karena dosa yang lain2 (memang ada penyembahan berhala, tapi selalu dikatakan bukan itu sebab utamanya), tapi karena mereka bangsa yang tegar tengkuk, banyak mengeluh, bersungut2! Itu kenapa tiba2 Tuhan bawa saya pada satu perikop cerita dimana bangsa israel membuat Tuhan marah (walaupun sering juga sih bangsa ini membuat Tuhan dan hamba2-Nya marah, itu kenapa dikatakan bangsa yang tegar tengkuk), membuat Tuhan amat murka, sehingga api menyambar perkemahan bangsa israel! Bahkan Tuhan memberikan "berkat" yang tidak lazim, tentang makan daging hingga muak, sampai daging itu keluar dari hidung! Dan beberapa binasa disebutkan tempat itu kibrot taawa!
Kita lihat di dalam bilangan 11, teman2 saudara semua bisa baca secara utuh ya supaya lebih jelas, disini saya akan ambil beberapa yang saya akan garis bawahi..

Bilangan 11:1, 4-6, 18-20, 33-34 (TB)  Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan.
Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."
Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan: Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan makan daging; sebab kamu telah menangis di hadapan TUHAN dengan berkata: Siapakah yang akan memberi kami makan daging? Begitu baik keadaan kita di Mesir, bukan? — TUHAN akan memberi kamu daging untuk dimakan.
Bukan hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan dua puluh hari,
tetapi genap sebulan lamanya, sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai kamu muak — karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?"
Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.
Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.

Ada beberapa yang saya garis bawahi, karena saya rasa ini hal penting :
1. Mereka, orang israel bilang nasib buruk, padahal ayat sblmnya bercerita bagaimana bangsa israel disertai Tuhan keluar dr mesir, penyertaan Tuhan nyata dgn tiang awan tiang api, manna sorgawi.. bayangkan bangsa israel bersungut2, ditengah penyertaan Tuhan! Ingat bahwa mesir adalah lambang perbudakan, dan mereka lebih suka di mesir!

2. Dikatakan orang bajingan, ternyata dalam bahasa lain dikatakan orang pembuat rusuh, bercampur jadi satu dan mengkhamiri 1 bangsa jd mereka bersungut2! Mempermasalahkan tentang makanan, dengan mempertanyakan Penyertaan Tuhan! Suara asing, ini harus kita perhatikan, berhati2 dengan apa yang kita dengar.. mereka mempermasalahkan yang "materiil", "remeh temeh", makanan lebih penting daripada pernyataan Tuhan!

3. Bangsa israel bilang bahwa tidak ada makanan! (Ayat 6), padahal mereka makan manna tanpa bekerja! Dan yang membuat tercengang adalah manna ini rasanya madu, manis, tapi mereka tidak bersyukur!

*sumber utama dari bersungut2 nya bangsa israel adalah kerakusan, selalu merasa tidak cukup, mereka tidak puas hanya dengan penyertaan Tuhan!

Mari berhati2, dan terus berjaga2, dengan terus bersyukur! Karena itu senjata utama untuk terus kuat berjalan mengiring Tuhan!

Sesungguhnya ketika kita sudah memiliki Kristus, kita sudah memiliki segala yang kita perlukan!

Gbu all!

Kamis, 04 Maret 2021

Pikirkanlah yang Kekal!

 Shallom selamat pagi semua keluarga Allah dimanapun berada! Biar damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal itu ada disetiap hidup kita!

Sudah lama sekali, terakhir bulan lalu saya sharing di blog ini..
Beberapa waktu yang lalu ketika akan mempersiapkan kotbah untuk HOME dimana brother saya Pdp Yohanes Lim (Heppy) menggembalakan, tiba2 Tuhan ingatkan sesuatu yang sangat dasar, tentang bagaimana kita harus senantiasa memperhatikan yang tidak terlihat karena itu yang kekal!
Pelayanan membangun dasar ini dapat dilihat di,
Yesaya 58:11-12 (TB)  TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.
Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".

Membahas hal yg dasar, akan saya mulai dengan ini,

Semenjak kita menerima Kristus dalam hidup kita sebagai orang percaya, kita sebenarnya hidup didalam 2 dunia yang menjadi satu, kehidupan natural dan supranatural, karena kita adalah pribadi yang terdiri dari 3 bagian, Roh, Jiwa dan tubuh (jasmani/materiil),

1 Tesalonika 5:23 (TB)  Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Aspek roh dan jiwa ini tidak terlihat, tetapi tidak bisa dipungkiri adalah hal yang melekat bersama tubuh kita yang terlihat!
Celakanya, selamat kita hidup di dunia ini, seringkali bahkan hampir selalu yang kita perhatikan, karena diajarkan sejak kita kecil adalah yang terlihat! Bagaimana penampilan kita, apa yang kita punya, apa mobil kita, merk apa jam tangan, laptop, sepatu dan baju kita, dst..
Mari bertobat dengan memperhatikan apa yang kekal itu dalam hidup kita, bertobat setiap hari, dan melangkah bersama Tuhan setiap saat!

1 Korintus 2:14-16 (TB)  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

1 Petrus 3:3-4 (TB)  Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.

Mari mulai membangun manusia roh kita, perbanyak membaca Firman dan mengalaminya, berdoa, menyembah Tuhan, beribadah, perpuluhan untuk mengajari kita mengelola berkat Tuhan yang materi itu dengan cara yang benar (secara rohani)..

Seringkali ketika kita melayani Tuhan pun terjebak dengan hal-hal yang materiil, berapa target jemaat, sudah mencapai keberhasilan program kah, bagaimana penampilan, teknik berkotbah, materi kotbah, dll
Bukan berarti ini tidak perlu, tapi kita harus lebih memperhatikan, lebih mengutamakan hubungan dengan Tuhan, membangun manusia roh kita, menyampaikan "kehidupan" saat kita melayani Tuhan dan jiwa2..

Mari ubah cara berpikir kita, pikirkan tentang kekekalan, bukan yang "hanya sementara"..

Kolose 3:2 (TB)  Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Colossians 3:2 (KJV)  Set your affection on things above, not on things on the earth.
Colossians 3:2 (NET)  Keep thinking about things above, not things on the earth,
Kolose 3:1-2 (BIMK)  Kalian sudah dihidupkan kembali bersama-sama Kristus. Sebab itu haruslah kalian berusaha untuk mendapat hal-hal yang di surga, di mana Kristus memerintah bersama dengan Allah.
Arahkan pikiranmu pada hal-hal yang di situ, jangan pada hal-hal yang di dunia.

Gbu all!




Sabtu, 02 Januari 2021

Rayakan doa yang tidak (belum) diberikan Tuhan!

 Shallom saudara2 yg terkasih didalam Tuhan! Syukur kepada Allah karena Dia mengerjakan semua yang baik dalam hidup kita!

Saudara yang terkasih, hari ini tiba2 saya diingatkan Tuhan bagaimana kasihNya menyelubungi kita, dan Dia melakukan lebih besar dr apa yg kita pikirkan atau inginkan..

Efesus 3:18-21 (TB)  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Tuhan secara kuat mengingatkan di ayat yg ke 20, bagaimana Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan!
Saya tiba2 diingatkan tentang sebuah berita heboh beberapa tahun yang lalu dimana anak salah satu artis di indonesia yg masih di bawah umur (13th) menabrak sejumlah kendaraan di tol, dan membuat 7 orang tewas! Yang membuat kaget dan sedih adalah kenapa anak umur 13th sudah diberikan mobil dan mengendarainya di jalan tol!
Tuhan mengingatkan saya, bagaimana Dia seringkali tidak memberikan semua yang kita inginkan, terkadang bukan karena Dia tidak mengasihi kita, tapi justru karena sayangNya yang besar, Dia ingin melindungi kita dari efek negatif doa dan keinginan kita, yang kita tidak sadari..
Tuhan adalah Bapa yang mengerti kita, Dia tahu benar rancangan apa yang terbaik untuk kita..

Yesaya 55:8-9 (TB)  Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Saya pribadi terkadang merasa kecewa, atau paling tidak bertanya2, kenapa yang saya inginkan tidak dipenuhi Tuhan, belakangan beberapa doa dan keinginan saya yang tidak dikabulkan Tuhan justru membuat saya semakin tersadar, bahwa Tuhan sayang pada saya, Dia mau melindungi saya..
Seperti tingginya langit dari bumi demikian Tuhan berkata, JalanNya dan rancanganNya untuk kita..
Jauhhh banget berarti kan.. haha

So mari bersyukur, kita rayakan apa yang kita doakan tapi tidak (belum) dikabulkan Tuhan, bukankah itu salah satu yang disebut mengucap syukur dalam segala hal?

1 Tesalonika 5:18 (TB)  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Ingat,

Yeremia 29:11 (TB)  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Percaya Dia Bapa yang akan melakukan apapun untuk kebaikan kita, untuk kita sampai kepada posisi dimana kita seharusnya berada..

Jadi ingat 1 lagu..

Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi
Ku percaya semua untuk kebaikanku
Bila nanti telah tiba waktuMu
Ku percaya kuasaMu
Memulihkan hidupku
Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Walau kadang tak mudah di mengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya
Waktu Tuhan pasti yang terbaik..
Gbu all! 

Senin, 28 Desember 2020

Ketopong keselamatan, perisai iman!

 Shallom semua keluarga kerajaan dimanapun berada! Maaf baru sempat posting lagi setelah sekian lama, karena ada banyak kejutan yang Tuhan beri untuk saya dan keluarga.. termasuk lahirnya kefas! Haha anak pertama yang Tuhan beri untuk saya dan istri.. deg2 an, bahagia bercampur.. next saya akan tuliskan khusus untuk kesaksian ini.. selama baik sebelum proses melahirkan sampai kefas berusia 20hari sewaktu saya menulis di blog ini..

Saudara2 yang terkasih kemarin minggu tgl 20 desember adalah ibadah terakhir RCC jakarta..
Ada pesan kuat yang Tuhan taruh di dalam hati.. tentang menggunakan ketopong keselamatan dan perisai iman.. keyakinan yg teguh di dalam Tuhan di tengah deru peperangan 2 kerajaan yang terjadi..

Lihat, di dalam
Efesus 6:10-13, 16 (TB)  Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

Paulus sedang mengajari jemaat efesus bagaimana di dalam peperangan yang ada kita tidak sedang melawan yang materiil, yang fisik, yang jasmani, tetapi ada kuasa di belakang itu semua yang harus kita perangi.. saya sengaja highlight yang 10-13, dan ayat 16..
Karena ini yang saya sense kuat Tuhan taruh untuk kita harus mengerti dan kita hidupi terutama untuk beberapa saat ini..

Ayat 10 dalam terjemahan BIMK seperti ini

Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kalian menjadi kuat dengan kekuatan yang kalian dapat dari kuasa Tuhan, karena kalian bersatu dengan Dia.

Sangat menarik, Tuhan taruh yang pertama adalah kekuatan kita untuk menghadapi "musuh" dalam peperangan 2 Kerajaan ini adalah "bersatu" dengan Dia! Intim dengan-Nya! Karena kekuatan kita hanya ada didalam Tuhan! Bukan dengan kepintaran, pengalaman, kekayaan, dan kekuatan kita! Itu semua tidak akan mampu menghadapi yang besar yang sedang dan akan kita hadapi!

Yang selanjutnya, Tuhan taruh di dalam hati saya adalah, kita harus memakai perlengkapan sejata Allah, karena musuh memakai siasat licik, kebohongan, tipu muslihat! Peperangan di hati dan pikiran sangat kuat! Apa yang kita lihat, antara realitas vs kebenaran, fakta vs janji Tuhan, ketakutan kekhawatiran vs keberanian, ketenangan dalam Tuhan! Saya tambahkan dengan satu hal yang kemarin sempat di sharingkan oleh koh Ricky saat ibadah empartasi KFN, dalam tinggal tenang dan bertobat disitu letak kekuatan kita! (Yesaya 30:15)

Dan yang saya soroti adalah tentang ketopong keselamatan (topi perang), dan perisai iman (tameng)..
Tiba2 Tuhan bawa kembali untuk mengingat
Kembali tentang hati Bapa di sorga, tentang keteguhan keselamatan dan kasihNya yang kekal, tidak terbatas, dan unconditional!
Karena seringkali musuh akan membawa kita pada realitas, kenyataan, fakta yang ada.. ini bisa berbicara tentang kondisi kesehatan kita atau sekitar kita, kondisi ekonomi, kondisi hubungan, kondisi pelayanan yang sangat mungkin semua itu sedang tidak baik, dan membuat kita down, membuat kita kecut dan tawar hati! Musuh membawa kita untuk melihat yang salah, supaya iman kita lemah!

Itu kenapa Tuhan ingatkan di beberapa ayat dasar tentang bagaimana Tuhan memandang kita, memperlakukan kita, tentang kasihNya yang besar pada kita!

Roma 5:1-2, 6, 8 (TB)  Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Karena iman, kita membuat kita menerima kasih karunia keselamatan itu, ini lah yang dimaksudkan dengan ketopong keselamatan dan perisan iman itu! Tuhan mengasihi kita bukan dimulai ketika kita mengenal Dia, bukan ketika kita melayani Dia, tapi titik mulai Tuhan mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa! Sangat indah kasih Tuhan! Yang Tuhan taruh di dalam hati adalah, hendaknya kita berdiri teguh diatas dasar ini, bermegah atas Kristus yang mengasihi kita! Ini yang membuat kita teguh menjalani kehidupan, yang membuat kita kuat mengerjakan panggilan Tuhan untuk kita!
Sehingga kita tidak tertipu oleh tipuan "musuh", yang sering berkata kenyataan ga mungkin, kenyataannya memang sakit  kenyataannya memang buruk, dll, yang seringkali membuat kita lemah dan tawar hati!

Lagi,
Roma 5:3-5 (TB)  Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Justru keadaan tidak baik ini mendewasakan kita, membentuk kita, membuat kita kuat, membuat kita semakin serupa Kristus! Roh Kudus akan menghibur dan menguatkan kita!

Lanjut Tuhan membawa kepada pengenalan akan kasihNya ini di dalam

Roma 5:8-10 (TB)  Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Roma 8:31-37 (TB)  Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Dia yang tidak menyayangkan Anak-Nya untuk diberikan kepada kita, maka Allah akan menolong kita melewati banyak hal berat atas hidup kita! Banyak proses berat mengiring Dia! Apa yang tidak akan diberikan pada kita?!
Tentu ini berbicara tentang keselamatan itu, tapi saya juga mendapat pesan bagaimana ini juga berbicara RahmatNya untuk kita berjalan mengiring Dia!
Keyakinan yang teguh di dalam Tuhan ini yang akan membuat kita tetap sukacita ditengah gelombang dan badai kehidupan kita, kita akan merasakan sukacita Spiritual dari Tuhan ini akan sampai tubuh jasmani kita!
Kita menang bukan karena perbuatan kita, kekuatan kita, tapi karena apa yang Tuhan sudah lakukan untuk kita! Karena Dia Pribadi yang Abadi itu, yang menciptakan semesta itu, yang berjalan bersama kita karena mengasihi kita!
Memang dikatakan di dalam ayat 36, kita ada dalam bahaya maut sepanjang hari, tapi dikatakan lagi bahwa kita lebih dari pemenang karena Tuhan sudah menyelesaikan peperangan, dengan kemenangan! Sedangkan kita masuk dalam tim-Nya! Haleluya!

Roma 8:38-39 (TB)  Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Saya sangat dikuatkan ketika membaca ini, seperti ada kekuatan, dan sukacita ilahi itu mengalir menembus setiap ketakutan, keraguan, kebingungan, kekhawatiran, kesalahan, kegelapan dalam hidup saya!
Pesan Tuhan ini semoga dapat membuat kita semakin kuat dalam mengerjakan panggilan kita! Pakai ketopong keselamatan kita, pakai perisai iman kita!
Selamat natal 2020 semua keluarga, imanuel!